Ada Apa Dengan Suku Batak Toba?

Menurut Samuel Hutagalung dalam bukunya berjudul, “Zending, Rasisme dan Kolonialisme”. Orang-orang Batak Toba telah mengalami banyak penindasan dan pergumulan era pra-agama. Bahkan dalam sebuah catatan awal melaporkan adanya migrasi dari selatan Tapanuli ke arah utara. Migrasi ini sebagai akibat serangan mematikan dari pasukan Padri yang dipimpin Imam Bonjol bagi Batak Mandailing yang menolak menerima perintahnya. Besarnya migrasi dari selatan Tapanuli yang sudah dikuasai pasukan Padri memaksa Imam Bonjol melanjutkan serangannya ke arah utara Tapanuli tempat berdomisilinya Batak Toba melalui Sipirok. Pasukan Paderi yang di Sumatera Barat telah membantai saudara-saudara kandung mereka kaum adat yang tak mau tunduk pada pemaksaan kehendak Tuanku Imam Bonjol masuk menjajah Tanah Batak dan kali ini dibantu oleh Batak Mandailing yang sudah menjadi bagian dari Pasukan Paderi. Raja Sisingamangaraja X dipenggal oleh kaum “Monjo” (Bonjol) ini dan kediamannya di Bakara telah dihancurkan. Seorang saksi hidup marga Daulae dari Mandailing melaporkan kebiadaban pasukan Paderi, “…tak terhitung lagi banyaknya orang yang tewas disembelih Paderi. Ribuan rumah dibakar Paderi di kampung itu, lebih seribu orang diikat Paderi untuk dijual sebagai budak, ibu-ibu dan anak gadis diperkosa Paderi dan mereka bawa entah kemana, ke tempat yang tidak diketahui di mana adanya, ribuan lagi menyelamatkan nyawa lari ke hutan belantara, diantara mereka ada yang mati kelaparan.” Seorang wanita yang berhasil lari dari tawanan tentara penjajah Paderi melaporkan bahwa Tuanku Imam Bonjol punya tiga orang isteri dan empat selir. Seorang isteri Imam Bonjol mau melarikan diri tetapi dibunuh oleh anak Iman Bonjol yakni Sutan Sedi. Pada masa itu Pasukan Paderi punya kebiasaan menculik wanita-wanita Batak untuk dijual sebagai budak. Jelaslah kehidupan Bangsa Batak, khususnya Batak Toba bukanlah kehidupan yang aman dan damai di era pra-agama.

Tahun 1816-1833 merupakan masa paling kelam dalam sejarah Batak, khususnya Batak Toba. Pasukan Paderi menjajah dan menghancur leburkan suku Batak Toba, Pasukan Paderi berhasil menang melawan orang Batak Toba, diperkiran sekitar 75% orang Batak Toba terbunuh termasuk anak-anak dan perempuan. Sisanya 25% yang tersisa adalah mereka-mereka yang melarikan diri ke hutan dan kelompok-kelompok yang tunduk pada pasukan Paderi. Kekalahan telak suku Batak Toba ini tidak membuat pasukan Paderi berhenti menghancurkan tanah Batak. Pasukan Paderi bermaksud menjadikan utara Tapanuli sama seperti daerah selatan yang sudah lebih dulu tunduk kepadanya.

Add comment


Security code
Refresh

Contact Us

Phone :0761-7622022
Mobile : 08126046295
Info : presidium_pku@sonakmalela.org, 
               sekjen_pku@sonakmalela.org
 Pekanbaru, Riau - Indonesia

Copyright © 2014 Sonak Malela | Persatuan Marga Batak. All right reserved